cara mengelola stres
Setiap orang pasti pernah mengalami stres dan respon yang ditunjukkan setiap orang dalam menghadapi stres sangat berbeda-beda. Dalam menghadapi stres kita harus memfokuskan hal yang menjadi penyebab (stresor) dan harus mencoba menghadapi meskipun perasaan cemas,gelisah, sedih dan marah menjadi satu. Dalam keadaan stres, kita dihadapkan kepada dua hal yang saling berkaitan, yaitu menghadapi stres tersebut secara efektif dan mengontrol kecemasan, kegelisahan, dan kemarahan dengan baik. Dengan demikian, kita tidak dikuasai oleh stres, justru mengelolanya menjadi suatu yang positif. Upaya mengatasi stres akan gagal jika kita mencoba mengabaikannya, menyangkal, atau malahan lari dari stres yang dialami.
Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengelola stres dengan baik, yaitu:1. mengidentifikasi penyebab stres
pengelolaan stres dimulai dengan mengidentifikasi hal-hal yang menjadi sumber tekanan yang kita rasakan. hal ini saat penting dilakukan karena sering kali kita abai apa penyebab stres yang kita alami. seringkali kita mengira penyebab stres berasal dari hal-hal kasat mata yang kita lakukan. padahal dalam diri kita ada hal tak kasat mata yang berada didalam diri kita sendiri yang menjadi penyebab stres kita sendiri yang tak kita sadari menjadi penyebab stres yang sesungguhnya. jadi sangatlah penting kita memahami diri kita lebih dalam, dalam mengidentifikasi penyebab stres.
2. menghindari
Dalam hal ini kita menghindarkan diri hal-hal yang menjadi sumber stres kita. kenalilah kegiatan yang menjadi sumber stres kita dengan mengenali kita dapat menghindarkan diri kita dari stres tersebut.Namun, bila terpaksa harus menghadapinya, kita lebih siap karena sudah tahu akibatnya dan dapat mengatasinya dengan lebih santai dan bijak. menghindar terkadang mejadi salah satu cara yang efektif,bila suatu cara situasi yang sudah menekan dan tidak dapat ditanggulangi. tetapi kebiasaan menghindar ini tidak disarankan sebagai suatu bentuk penyelasaian masalah. karenanya individu yang selalu menghindar akan sulit mengembangkan dirinya. oleh karena itu, menghindar hanya diterapkan pada kasus khusus saja dan diterapkan secara sementara.
3. melatih asertivitas
bersikap asertivitas kadang masih sulit kita lakukan padahal bersikap asertivitas membuat kita lebih nudah mengutarakan pendapat atau sesuatu yang kita pikirkan untuk disampaikan kepada orang lain. hal ini sangat membantu kita agar sesuatu yang kita pikirkan tidak selalu dipendam tetapi diungkapkan.
4. mengalihkan stresor menjadi hal yang positif
mengubah stresor menjadi hal yang positif salah satunya dapat kita lakukan dimasa pandemi sekarang ini yang mengharuskan kita lebih banyak berada di rumah yang akan memuat bosan. dapat kita manfaatkan untuk berkebun yang bia membuat mengurangi stres selama dirumah juga dapat berwirausaha dengan menanam berbagai sayuran yang dapat dijual.
5. mitigation
cara mengelola stres yang efektif dengan memelihara tubuh secara baik. seperti olahraga dengan berolahraga membuat tubuh kita semakin sehat tetapi Kita juga lebih enak tidur sehingga seluruh otot dan saraf kita dapat beristirahat dengan baik. Berolahraga sekaligus berfungsi sebagai psychological relaxer yang mengalihkan perhatian kita dari hal-hal yang membuat stres.rekreasi, Dengan rekreasi kita menjauhkan pikiran dan emosi terhadap hal-hal yang membuat stres. Rekreasi sekaligus istirahat singkat sambil bergembira ria akan menyebabkan pikiran dan semangat kita segar kembali. Rileks. Rileks terbukti dapat mencegah akibat stres pada diri kita dengan menurunkan denyut jantung dan tekanan darah, serta memberikan rasa tenang. Rileks dapat dilakukan dengan meditasi, latihan pernapasan dalam, tai chi, pemijatan, berdoa (zikir). Cara paling gampang adalah bernapas dengan tenang dan teratur sambil memikirkan hal-hal yang menyenangkan.
6. menyelesaikan masalah yang membuat stres
strategi yang dapat kita gunakan dalam menyelasaikan masalah yang membuat stres diantaranya adalah:
- selalu berfikir positif, menyikapi setiap masalah dengan selalu berfikir positif akan membuat kita cenderung menerima masalah menjadi lebih mudah dan akan menghindarkan kita dari stres.
- tetap beraktifitas, kita dapat memaksakan diri sekuat tenaga untuk melakukan berbagai kesibukan seperti biasanya, kegiatan-kegiatan rutin sehari-hari kita. Dengan cara itu, biasanya kita akan memperoleh pemikiran-pemikiran atau gagasan-gagasan baru yang bermanfaat sebagai pemecahan masalah. Selain itu, melalui beraktivitas, kita bisa secara perlahan meredakan perasaan emosional kita dalam menghadapi permasalahan.
- Introspeksi. Kita perlu melihat apakah kita yang justru menciptakan masalah itu atau paling tidak turut memberikan kontribusi terhadap munculnya masalah tersebut. Dengan introspkesi, kita bisa memetik sejumlah hikmah untuk langkah selanjutnya.
- Pendekatan pada Tuhan. Keyakinan kita pada Tuhan, bahwa Tuhan akan selalu membantu kita, dapat memberikan ketenangan dan kesejukan di hati kita sehingga kita dapat berpikir jernih untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang kita hadapi.
Wahh materinya sip.terimakasih kak siti
BalasHapusKeren dan sangan edukatif kak
BalasHapusTerimakasih tambahan ilmunya kak
BalasHapusSemoga bermanfaat mbk
BalasHapusWahh mengedukasi sekali kak
BalasHapusmantap mbaaak
BalasHapusSangat membantu sekali materinya 😁
BalasHapusTerimakasih kak sangat membantu
BalasHapusterimakasih kak ilmunya
BalasHapusSangat membantu kak
BalasHapusTerimakasih kak sangat membantu
BalasHapusTerimakasih kak, sangat membantu sekali
BalasHapusBermanfaat sekali bund materinya
BalasHapusBermanfaat sekali ka
BalasHapusTerimakasih kak, sangat membantu sekali
BalasHapusBagus mbk nurr...
BalasHapusBagus kak bermanfaat
BalasHapusMantapp kak infomasinya
BalasHapusMay be useful
BalasHapusBermanfaat sekali kak
BalasHapusMantap kak makasi infonya
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapus